Jeritan Driver Pengantar Jemput Pasien Dan Jenazah Covid 19 Di Lamteng.

0
205

Jeritan Driver Pengantar Jemput Pasien Dan Jenazah Covid 19 Di Lamteng.

linetvnews : Diduga kekurangan armada ambulance untuk membawa pasien Covid-19, Driver mobil ambulance mengaku kewalahan mengantar jemput Jenazah tersebut.

Hal ini disampaikan Warsito (driver ambulance) , Disaat mengantarkan jenazah ke Kampung Nyukang Harjo Kecamatan Selagai Lingga Kabupaten Lampung Tengah.

” Saya bekerja sebagai driver Ambulance sudah 1 tahun 3 bulan, Sudah jam 12:00 ini aja baru nganter satu jenazah pasien Covid Ke kampung Nyukang Harjo Kecamatan Selagai Lingga , Masih ada 3 jenazah lagi yang belum di anter, “ujarnya

Warsito juga merasa kelelahan disaat mengantar jenazah pasien Covid , Di karenakan armada ambulance di Kabupaten Lampung Tengah hanya satu.

“Supir nya sih ada empat, alhamdulillah kalo armada nya cuma ada satu makanya gak terkaper se Lampung Tengah, “ungkapnya.

Untuk memenuhi hal tersebut, Sangat dibutuhkan armada lainnya. Karena luas daerah Lampung Tengah tidak sesuai dengan armada yang ada.

“Kalo armada nya ditambah kemungkinan memadai , Soalnya Lampung Tengah terlalu luas terdiri dari 28 kecamatan dan 39 puskes induk se Lampung Tengah armada nya cuma satu yaitu PSC (PUBLIC SAFETY CENTER), ” Imbuhnya.

Luasnya wilayah Lampungtengah, Bukan perkara mudah untuk Warsito dan rekan-rekan dalam melaksanakan tugas. Tapi demi pengabdian ia rela meski bertaruh nyawa melawan rasa takutnya pada Covid 19.

“Kalau orang ngomong mungkin sudah remis bang, Yang bawa setan dan yang dibawa juga setan. Jadi gak akan nakuti-nakutin, Insya Allah gak akan takut,” Kisahnya.

Rasa takut warsito agak tersamarkan, Karena membawa jenazah pasien covid 19 tingkat penularan sangat minim di bandingkan dengan merujuk pasien tersebut.

“Karena secara pemulasarannya sudah sesuai aturan, Sudah di bungkus lima kali, Disemprot Disinfektan, Terarkhir petinya dibungkus juga, ” Singkat Warsito.

Sehari warsito dan rekan-rekannya bisa mengantar jenazah sebanyak 5. Itupun hanya sebatas di Kabupaten Lampung Tengah, yang jarak dekat dalam satu hari satu malam. “Kayak kemaren 9 jenazah, ya tidak terkaper. Cuma ke ambil 4, yang 5 gak tau. Apa diambil keluarga atau di anter pihak rumah sakit. Karena warga Lamteng harus kita yang ambil, Protokol nya begitu,”

Besar harapan Warsito, Denganadanya pandemi Covid 19 ini yang sudah 1,3 tahun, Dirinya memohon kepada pemkab agar Armada ditambah. (RAJA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here