Bibit Jagung Bantuan Pemerintah Diduga Disalahgunakan

0
20

 

LAMPUNG TENGAH – Bibit jagung hibrida subsidi (Bantuan) dari pemerintah yang semestinya gratis, diduga diperjual belikan oleh Oknum ketua Gapoktan Lestari Kampung Srimulyo, kecamatan Kalirejo Kabupaten Lampung tengah.
Sekalipun pada kemasan bibit jagung subsidi bertuliskan benih bantuan pemerintah tidak untuk diperjual belikan.namun bantuan yang seharusnya dapat meringankan beban petani jagung,sebab mahalnya harga benih jagung pada umumnya tersebut, harus ditebus oleh petani dari oknum Ketua Gapoktan Kampung Srimulyo.

Dugaan jual beli benih jagung bantuan ini, menguak, setelah para petani dikampung tersebut mengaku resah karena bibit yang mereka tanam tumbuh tidak sempurna. Selain itu, petani setempat merasa curiga benih jagung yang diterima oleh mereka di duga sudah kadaluarsa. Ditambah lagi ditemukan stiker yang menempel menutupi cetakan aslinya. Kemudian stiker yang menutupi cetakan asli pada kemasan produksi benih jagung BISI 8 cap kapal terbang ketika dilepas berbeda dengan tulisan tahunnya.

Oknum Ketua Gapoktan Kampung Srimulyo Turmanto diduga terlibat pada penjualan bibit jagung tersebut. Ketika dikonfirmasi dikediamannya terkesan buang badan. Dirinya tidak mau mengaku bahwa benih jagung bantuan pemerintah dan yang di duga sudah kadaluarsa tersebut berasal darinya. Dengan menyebut dirinya beli bibit tersebut dari seseorang bernama Eko yang tinggal di Wates Pringsewu,  “setelah saya tanam di lahan seluas setengah hektar milik saya, tidak tumbuh dengan sempurna”.  dirinya juga berdalih telah menjadi korban penipuan dari Eko.”kilahnya

Sementara itu, Cipto salah satu korban bibit jagung itu menjelaskan saat dihubungi melalui whapsApp pribadinya ” bibit jagung jenis NK212 saya beli Rp 400 ribu satu sak dan saya beli dua sak,setelah ditanam tumbuhnya tidak sesuai atau tumbuh sebagian.”jelasnya

Sementara korban bibit jagung selanjutnya M.Nasir namun saat dihungi melalui whapsApp,whapsApp ya tidak aktif. (Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here