Bupati Way Kanan Hadiri Dialog Keagamaan dan Silaturahmi Tokoh Agama Se-Kabupaten

0
73

WAYKANAN, (LTVN) – Bupati Way Kanan Hadiri Dialog Keagamaan dan Silaturahmi Tokoh Agama Se-Kabupaten

Raden Adipati Surya dalam sambutannya sekaligus membuka acara tersebut, yang dilaksanakan di Gedung Serba Guna (GSG) Pemkab pada hari Senin, (29/11/2021).

Hadir dalam acara tersebut Kepala Kemenag Kabupaten Way Kanan, Para Ketua dan Pengurus Organisasi Keagamaan, Aggota FORKOPIMDA, Sekda, Staf Ahli Bupati, Para Asisten dan Kepala SKPD di Lingkungan Pemkab, dan Masyarakat.

Dalam sambutannya Raden Adipati Surya menyampaikan, “Masyarakat Way Kanan yang majemuk terdiri dari berbagai suku, ras, agama dan adat istiadat yang merupakan kekayaan bangsa yang sangat berharga serta menjadi kebanggaan kita serta memberikan manfaat yang sebesar dalam pembangunan, namun sebaliknya kemajemukan ini dapat menimbulkan kemudhorotan bahkan akan menimbulkan konflik Sosial yang mengancam perpecahan, dan yang perlu kita lakukan untuk mencegah konflik adalah dengan membangun kesadaran untuk selalu memiliki sikap waspada serta menjaga toleransi dan saling menghargai antara pemeluk agama serta menjunjun tinggi persatuan sebagai satu bangsa dan se-tanah air,” ucap Bupati.

Melalui acara silaturahmi itu Bupati mengajak seluruh komponen masyarakat untuk selalu menghilangkan rasa saling curiga serta agar dapat berdampingan dalam suatu keadaan yang rukun walaupun hidup ditengah-tengah masyarakat yang berbeda agama, karena dengan kerukunan kita dapat mengatasi semua permasalahan secara arif, baik kerukunan antar sesama agama, antar umat beragama maupun antara umat beragama dengan pemerintah.

Karena kerukunan merupakan sumbangan terbesar umat beragama dalam menegakkan persatuan dan kesatuan bangsa, demi keberlangsungan pembangunan, Bupati juga berharap para ulama, umaro’ dan majelis agama untuk selalu tanggap terhadap aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui pemuka agamanya, karena pemuka agama adalah penyambung lidah dan penterjemah umat, maka dari itu pemuka agama dapat membimbing umatnya dalam mengamalkan ajaran agamanya secara proporsional.

Untuk itu penekanan kerukunan hidup beragama hendaknya diletakkan pada upaya terbentuknya kerukunan dinamis, produktif, otentik yang bercorak toleransi positif dan berwawasan nasional.

“Perbedaan faham keagamaan jangan membuat kita pecah tetapi hal itu merupakan rahmat bila kita dapat menggalinya, dan masalah keyakinan keagamaan itu adalah persoalan yang tidak dapat dipaksakan dan merupakan Hak Asasi Manusia yang paling asasi yang harus dihargai,” tutup Bupati Way Kanan. (Revina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here