LPK Surati Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pringsewu Terkait Limbah TPAS

0
71

Pringsewu — Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK) kabupaten Pringsewu Surati Dinas lingkungan hidup (DLH) Pringsewu terkait pencemaran sawah petani di pekon Bumi Ayu yang di duga tercemar oleh air limbah tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) di pekon Bumi Ayu kecamatan Pringsewu kabupaten Pringsewu Lampung Selasa (11/1/2022)

LPK menyurati DLH dengan nomor :001/PR/LPK-GPI-PSW/1/2022 untuk audiensi atau duduk bersama mencari solusi terkait keluhan petani Pekon (desa) Bumi Ayu dan Bumi Arum yang sawah mereka sudah empat (4) tahun panennya tidak maksimal dan bahkan ada yang gagal panen.

Hal ini di sampaikan ketua LPK kabupaten Pringsewu Elnofa Hariyadi SE usai menyerahkan surat audiensi ke DLH kabupaten Pringsewu,”hari ini LPK sampaikan surat ke DLH dan kami di sambut baik oleh sekretaris DLH dan surat LPK juga sudah di terima olehnya.”imbuhnya

Surat itu kami sampaikan ke DLH berdasarkan laporan masyarakat petani Pekon Bumi Arum yang lokasi sawahnya di dusun Bumisari pekon Bumi Ayu kepada Lembaga Perlindungan Konsumen Gerakan Perubahan Indonesia ( LPK-GPI) tanggal 5/1/2022 terkait keluhan mereka.
1. Bahwa tempat pembuangan akhir sampah di pekon Bumi Ayu telah mencemari lingkungan air Embung Bumi Ayu.
2. Akibat dari tercemarnya air di sawah warga dan petani sawah menderita kerugian:
a. Hasil panen tidak maksimal.
b. Pernah gagal panen.
c. Menimbulkan gatal-gatal dikulit.”tukas ketua LPK

Berdasarkan undang-undang Lingkungan Hidup nomor 32 tahun 2009 pasal 3 bahwa melindungi wilayah NKRI dari pencemaran dan atau kerusakan lingkungan hidup menjamin keselamatan,kesehatan dan kehidupan manusia.”tuturnya (Azhari/Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here