Akibat Bawa Pelanduk Napu, Pria 40 Tahun di Tanggamus Ditetapkan Tersangka

0
20

TANGGAMUS – Polres Tanggamus bersama Polisi Kehutanan (Polhut) Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) berhasil mengamankan seorang tersangka pemilik atau pengangkut hewan dilindungi berupa 2 ekor pelanduk napu.

Hewan yang juga disebut tragulus napu atau kancil kecil diamankan dalam keadaan mati yang letakan didalam box polipom/tempat penyimpanan ikan.

Kasat Reskrim AKP Edi Qorinas, SH mengungkapkan, tersangka berinisial SM (40) warga Pekon Bandar Kejadian Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus berikut barang bukti diamankan di pantai Kapuran Kelurahan Pasar Madang Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus.

“Tersangka berikut barang bukti diamankan bersama Polhut TNBBS pada hari Selasa tanggal 22 Januari 2019 sekira jam 09.30 Wib,” kata AKP Edi Qorinas didampingi Kaur Bin Ops Satreskrim Iptu Ramon Zamora, SH mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, SIK. MM, Kamis (24/1/19) siang.

AKP Edi Qorinas menjelaskan SM diamankan bersama barang bukti ketika tersangka menaikan box polipom/tempat penyimpanan ikan berisi 2 napu yang telah mati.

“Awalnya, petugas mengamankan dua terduga pelaku, yang pertama pemilik perahu berinisial MU (73) dan kedua SM. Namun dari hasil gelar perkara MU tidak mengetahui barang tersebut adalah napu dan MU telah dikembalikan kepada keluarganya ditetapkan sebagai saksi,” jelas AKP Edi Qorinas.

Lebih lanjut, AKP Edi Qorinas menerangkan bahwa berdasarkan keterangan tersangka SM, dua ekor napu dalam keadaan mati tersebut merupakan barang milik adiknya berinsial TO warga Pekon Teluk Brak Kecamatan Pematang Sawa Tanggamus untuk dibawa ke Way Nipah yang nantinya dikonsumsi seperti layaknya daging kambing.

“Terhadap adiknya yang berinisial TO yang telah ditetapkan sebagai DPO Polres Tanggamus,” terang AKP Edi Qorinas.

Saat ini tersangka berikut barang bukti sepeda motor Honda Revo tanpa plat diamankan di Polres Tanggamus guna proses pemeriksaan lebih lanjut. Sementara 2 ekor pelanduk napu dititipkan di freezer TNBBS agar tidak rusak.

“Atas perbuatannyamembawa hewan yang dilindungi tersangka dijerat pasal 21 ayat 2 huruf b Undang-Undang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem ancaman 5 tahun penjara,” pungkasnya.

Tersangka SM dalam keterangannya mengaku bahwa pelanduk napu dalam keadaan mati tersebut merupakan titipan adiknya. Dimana ia berkomunikasi melalui telfon dengan adiknya yang berada di Pekon Teluk Brak kemudian adiknya menyuruhnya mengambil di pantai Kapuran.

Dia menambahkan, ketiga dirinya menaikan box polipom berisi hewan dilindungi tersebut tiba-tiba datang petugas memeriksa dan mengamankannya.

“Adik saya telfon suruh ambil di pantai Kapuran, kemarin itu sekitar pukul 09.3p Wib. Baru menaikan box polipom ke motor lalu diperiksa dan ditangkap,” terangnya.

Tersangka juga menuturkan bahwa baru kali itu mengambil barang tersebut, karena biasanya yang diambil adalah box berisi ikan yang akan dijual.

“Baru kali ini, biasanya ambil ikan dari adik saya itu,” tutupnya.

Sementara itu Samsu Rizal selaku Polhut TNBBS saat penyerahan pelaku dan barang bukti kepada Polres Tanggamus akan terus melanjutkan dan mengawal kasus tersebut. Sebab pembunuhan terhadap hewan dilindungi dapat merugikan ekosistem.

“Kami akan terus mengawal kasus tersebut sebagai efek jera masyarakat dan tidak lagi membunuh maupun mengkonsumsi hewan yang dilindungi negara,” tegas Samsu Rizal dalam penyampaiannya di Polres Tanggamus, Selasa (22/1).

Ia juga menghimbau masyarakat untuk mentaati hukum yang berlaku terkait hewan yang dilindungi negara sehingga tidak terjerat hukum. “Kami himbau masyarakat untuk menjaga ekosistem dan hewan yang dilindungi,” pungkasnya. (*)