Dampak JTTS…Journalist VS Supir, Lewat Media Masyarakat Titipkan Pesan Untuk Pejabat.

0
213

Lampung Tengah.–Bukan impian menjadi Jurnalist, tapi setelah dijalani kok makin cinta. Itulah sekelumit kata sesuai dengan pepatah “tak kenal maka tak sayang”, tiga tahun lebih sudah Miswan Roni menjalani profesi sebagai wartawan televisi Lokal di Lampung.

Ayah tiga anak ini yang akrab di panggil Saly, Pria kelahiran Kampung Bumi Aji 40 Tahun lalu sudah tiga tahun lebih menjalani pekerjaan sebagai wartawan tanpa landasan dan hanya dengan modal ketekunan.

Pergi pagi pulang pagi bukan suatu yang aneh lagi demi sebuah berita yang masyarakat tunggu walau terkadang harus menyisihkan keluarga demi eksistensi media.

“Ah namanya juga pekerjaan sudah pasti punya resiko, ini belum seberapa kerja sampe malam, kalau jadi reporter televisi harus terjun langsung ke lokasi, untuk menyajikan berita sesuai dengan situasi,”ujar Saly saat di sambangi di lokasi peliputan di kampung Terbanggi Subing.

Hari ini Saly sampai malam hari meliput masyarakat Kampung Terbanggi Subing Kecamatan Gunung Sugih Lampung Tengah, yang sedang memblokir jalan setempat, pasalnya jalan kampung tersebut rusak parah akibat dilalui oleh mobil besar yang membawa bahan untuk Tol Jalan Tol Trans Sumatera.

“Ia mas ini lagi liputan warga Kampung Terbanggi Subing, ini sudah kesekian kalinya warga memblokir jalan, masyarakat butuh berita sesuai fakta,”tutur Saly.

Di tempat yang sama, Samijan pun merasa dengan keberadaan media di Lampung tengah yang ikut meliput ia merasa bangga, masyarakat bisa menyampaikan semua keluh kesah meraka kepada pihak pengembang yang terkesan menutup mata melihat jalan rusak ini.

“Kami selaku warga Gotong Royong Kampung Terbanggi Subing, berharap kepada pemerintah jangan biarkan penderitaan kami bertambah, dulu kami bisa berlalu lalang di jalan ini dengan nyaman tapi saat ini, mas lihat sendiri hujan kayak kubangan kerbau kalau gak hujan debu kemana-mana, hampir empat (4) KM jalan kami rusak,”pungkas Samijan

Samijan juga mengapresiasi dengan kehadiran Sosok Saly dilapangan paling tidak sedikit pejabat di indonesia bisa melihat sisi baik dan buruk dampak pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera.

“Yang jelas tuntutan kami tidak banyak hanya perbaikan jalan, miris kan bila mobil saya sampai terbalik cukup saya saja, jangan sampai pengendara lain mengalami hal serupa dengan saya, coba lah pemerintah mengambil sikap yang bijak ini demi kepentingan masyarakat juga,”tutup Samijan.(red)