EKSPOSE PERESMIAN DAN PENGUKUHAN GARDU BACA

0
119

Linetvnews.com, Lambar,–Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Cabang Lampung Barat meresmikan sekaligus mengukuhkan kepengurusan Gardu Baca (4/3).

Gardu Baca yang terletak di Gang
Perintis Kelurahan Way Mengaku Kecamatan Balik Bukit tersebut dikelola oleh remaja Lingkungan Sukajadi kelurahan setempat,”kata Sekretaris Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia Cabang Lampung Barat Drs. Sandarsyah mendampingi Wakil Ketua PKBI Cabang Lampung Barat Drs. Tono Suparman.

Hadir pada kegiatan tersebut staf PKBI Daerah Lampung Rachmad Cahaya Aji, Kabid Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Lampung Barat Hamdani Lubis, Putri Buku Nasional 1996 Yusmalasari, S.Si, Koordinator Kabupaten Program Keluarga Harapan Arsyah, Camat Balik Bukit Drs. Junaidi, MM, dan Lurah Pasar Liwa.

Lebih lanjut kata Sandarsyah, Gardu Baca ini merupakan modifikasi pemanfaatan Gardu Ronda yang ada di Gang Perintis Lingkungan Sukajadi II Kelurahan Way Mengaku. Gardu ini jika pada malam hari digunakan warga dalam kegiatan ronda malam (siskamling malam hari), dan pada
siang hari gardu ini digunakan sebagai perpustakaan.

Gardu Baca ini dikelola oleh remaja
setempat, yang kesemuanya berstatus pelajar SMP dan SMA, oleh sebab itu Gardu Baca ini hanya dibuka pada hari Sabtu dan Minggu saja. Di luar hari Sabtu dan Minggu remaja-remaja
tersebut beraktifitas di sekolah masing-masing.

Pembentukan Gardu Baca ini merupakan
komitmen PKBI Cabang Lampung Barat untuk mendukung terwujudnya kabupaten Lampung Barat sebagai Kabupaten Literasi. Seperti kita ketahui dalam waktu Kabupaten Lampung Barat
akan mencanangkan diri sebagai Kabupaten Literasi.

Dengan adanya Gardu Baca ini kita
berharap mudah-mudahkan akan meningkatkan minat masyarakat, khususnya masyarakat yang ada di Lingkungan Sukajadi II Kelurahan Way Mengaku.

Seperti kita ketahui menurut data
UNESCO tahun 2012 Indek minat Baca masyarakat Indonesia menunjukkan point 0,001, yang berarti dari 1.000 orang penduduk, hanya satu orang saja yang mempunyai minat membaca
dalam kegiatan sehari-harinya.Dan juga menurut data UNESCO tahun 2017, dari total 61 negara, Indonesia berada peringkat 60 dengan tingkat literasi rendah.

Untuk peringkat 59 ditempati oleh Thailand dan peringkat 61 ditempati oleh Botswana.Begitu pula data yang
dikeluarkan Programme for International Student Assesment (PISA) tahun 2015, Indeks Literasi atau tingkat membaca siswa Indonesia berada pada urutan ke-64 dari 76 negara.

Dari data-data tersebut, menunjukkan bahwa tingkat literasi masyarakat Indonesia masih rendah. Oleh karena
itu upaya pengembangan budaya literasi bagi masyarakat perlu ditingkatkan lagi, salah satunya pendirian Gardu baca yang ada di Gang Perintis ini.

Literasi itu penting. Banyak orang mengatakan Buku adalah Jendela Dunia atau Jendela Pengetahuan. Dengan membaca orang mendapatkan informasi dan pengetahuan. Dengan mempunyai informasi dan pengetahuan, ini berguna sebagai bekal untuk memecahkan persoalan dan praktik kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, Literasi adalah kemampuan untuk memaknai informasi secara kritis, sehingga setiap orang dapat mengakses ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai upaya dalam
meningkatkan kualitas hidupnya,”pungkas Sandarsyah.(komar)