Hadirkan Gus Miftah, Ini Tujuan Kakam Supriyadi

0
6

Lampungtengah–Ribuan masyarakat Kampung Negara Aji Tua Kecamatan Anak Tuha, Lampung Tengah, Tumpah ruah dilapangan Dusun II Sriwayah untuk menghadari Tauziah KH. Miftah Maulana Habiburrahman.

Dai kondang yang sempat viral, KH. Miftah Maulana Habiburrahman atau yang akrab disapa Gus Miftah mampu menghipnotis ribuan orang dalam acara memperingati tahun Islam 1441 Hijriah.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Lamteng, Loekman Djoyo Soemarto, Camat Anaktuha Ricky Agusta, Kepala Kampung (Kakam) Negara Aji Tua, Supriyadi.

Bupati, camat dan kakam beserta ribuan jamaah begitu khusuk mendengar pengajian dari Gus Miftah asal Yogyakarta tersebut.

”Saya merasa bangga, peringatan tahun baru islam di Kampung Aji Tua bisa menghadirkan dai kondang dan menyantuni 40 anak yatim piatu. Semoga tauziahnya bisa menjadi contoh dan tuntunan bagi ribuan jamaah yang hadir, dan santunan yang diberikan bisa bermanfaat bagi anak-anak yatim piatu,” harap Supriyadi, Selasa (10/09/2019).

Dalam pengajiannya, Gus Miftah menyampaikan beberapa hal. Salah satunya tentang keutamaan bulan muharram, yang sebagian orang salah dalam mengartikannya dan menghubungkan dengan hal-hal mistis.

Pengajian yang dikemas kocak dan ceplas ceplos yang menjadi ciri khas Gus Miftah mampu menarik perhatian ribuan jamaah yang hadir.

”Saya sangat memberikan apresiasi kepada semua pihak dan panitia yang terlibat, sehingga acara ini bisa terlaksana dengan baik dan dapat dihadiri Bupati Lamteng. Saya berharap pengajian bersama ini bisa meningkatkan kualitas keagamaan dan kemanusiaan serta semua dapat berkahnya,” ujar Supriyadi.

Sementara dalam sambutannya, Bupati Lamteng Loekman Djoyo Soemarto, mengajak kepada seluruh jamaah yang hadiri untuk melaksanakan kegiatan gotong-royong untuk membangun daerah kita. Dengan adanya pengajian di kampung ini bisa menambah wawasan dan membuat jiwa kita penuh dengan kecintaan terhadap perdamaian.

”Saya juga berpesan kepada seluruh jamaah, sebentar lagi akan ada pelaksanaan pemilihan kepala kampung serentak di Lamteng, yang akan digelar pada 11 November 2019 mendatang. Saya berharap pilkakam dapat dilaksanakan dengan damai, penuh rasa kekeluargaan, tidak ada perbedaan yang membuat perpecahan ditengah masyarakat kita,” harap Loekman.

Masih dikatakan Loekman, bila kita terpecah belah tentunya sulit pemerintah untuk melakukan pembangunan-pembangunan di Lamteng ini. Untuk itu, Loekman juga berpesan kepada masyarakat yang ada di Kecamatan Anaktuha yang akan menggelar pilkakam supaya dilaksanakan dengan damai.

”Boleh beda pilihan dan pendapat, tapi tujuan kita tetap satu bagaimana Lamteng ini kedepan menjadi lebih baik lagi. Saya beserta jajaran berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lamteng, oleh sebab itu tanpa adanya kerja sama antara masyarakat dan pemerintah tidak akan terwujud kondisi Lamteng yang maju dan sejahtera,” kata Loekman.

Mudah-mudahan jamaah bisa mengikuti pengajian dengan seksama dan penuh perhatian, sehingga apa yang disampaikan Gus Miftah nanti bisa menjadi pedoman kita dalam menjalani kehidupan ditengah masyarakat. Terakhir, Gus Miftah menutup tausiyahnya dengan mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk secara bersama-sama melantunkan sholawat Nabi.(iswan)