Miskem Bertahan Hidup Dari Bilah Sapu Lidi

0
40

Lampungtengah–Meski usianya sudah 95 tahunan, Miskem warga Dusun 4 Kampung Margorejo, Kecamatan Padang Ratu, Kabupaten Lampung Tengah, Masih mampu hidup dari bilah lidi.

Dirumah ukuran 4×5 meter yamf berdindingkan anyaman bambu, Mbah Miskem bertahan hidup, Di tinggal suami tercinta puluhan tahun lalu, tak membuat Miskem harus patah arah.

Tak terbersit dibenak Miskem harus menyandarkan hidup kepada anak-anak yang kehidupannya tidak jauh berbeda.

“Yo piye mas, anak-anak juga sama susahnya. Saya tidak mau msnyusahkan mereka,”kata Miskem.

Untuk menopang hidup sehari – hari, Mbah Miskem yang sudah renta ini menjual sapu lidi kepada warga sekitarnya.

“Alah mas, untuk menyambung hidup saya jual sapu lidi, satu ikatnya 2000 Rupiah, paling laku 2 sampai 3 ikat, walau tidak seberapa tapi ini lah yang bisa perbuat,”kisah Miskem saat di temuai wartawan di kediamannya, Rabu (31/07/19).

Selain menjual sapu lidi, Mbah Miskem terkadang harus bergumul dengan jerami di sawah untuk mengumpulkan sisa padi milik warga yang tslah panen.

“Kalo lagi musim panen padi di sawah ya saya ke sawah ngasak padi, dapatnya pun tidak seberapa yang penting berusaha,”bebernya.

Digubuk reot yang sudah bocor dan hanya berjarak 4 meter dari kandang sapi milik tetangga Miskem tak mampu berharap banyak.

“Untuk hidup sehari-hari aja susah mas, apalagi berharap yang lebih,”celetuk Miskem.

Ditempat yang sama, Zainal Bahrin selaku kepala Kampung Margo Rejo mengatakan, Tidak satu saja rumah tak layak huni seperti milik Mbah Miskem di Kampung Margorejo.

“Kalau rumah yang tidak layak huni di Kampung Margorejo ada sekitar 25, bahkan bisa lebih. Sudah pernah kita usulkan tapi sampai saat ini belum ada instansi terkait yang turun meninjau warga kami, “tegas Zainal.

Melihat masih banyaknya warga yang memiliki rumah tidak layak huni, Zainal berharap adanya perhatian dari pemkab setempat.

“Harapan kami senantiasa pemerintah bisa memperhatikan usulan terkait warga kami yang kurang mampu, Karena empat bulan lalu sempat kita ajukan tapi mungkin nasib baik belum milik warga kampung Margorejo ini, “tuntas Zainal.(iswan)