Pekerjaan ADD Asal Jadi, Ketua DPRD Lamteng: Saya Akan Turun Sidak

0
9

Lampung Tengah-Warga keluhkan hasil realisasi penggunaan Anggadan Dana Desa Di Kampung Muji Rahayu, Kecamatan Seputih Agung, Lampung Tengah. Pasalnya tetlihat jelas tidak sesuai dengan aturan yang ada dan pekerjaan pun tidak melibatkan warga.

Hal itu diutarakan Sagiyo (60) salah satu warga dusun 2 kampung Muji Rahayu yang berarap kualitas pembanguna di kampungnya sesui dengan standar sehingga awet.

menurut Sagiyo onderlagh yang di bangun tepat di depan rumahnya tidak sesuai dengan harapan masyarakat.

“Penataan batu tidak benar yang seharusnya posisi berdiri tetapi ini di hamparkan begitu saja, Sehingga saat di gleser akan dapat padat dan pinggiran badan jalan perlu di gali terlebih dahulu sehingga tidak butuh untuk di timbun tanah,”terangnya, Sabtu 31 agustus 2019.

Seharusnya miring bukan tidur, jadi bila kena roda slender itu bisa ambles masuk kedalam. Tetapi ini tidak hanya di hamparkan begitu saja. Pinggiran jalan seharusnya di gali dulu menggunakan cangul sehingga tidak perlu di timbun mengunakan tanah seperti ini.

“Ini kurang bagus namun saya tidak mau protes dan pekerjaan ini semua diborongkan oleh orang di luar warga setempat dan selesai beberapa hari yang lalu,”katanya.

Menanggapi adanya aduan masyarakat ini, Ketua DPRD Lampung Tengah Sumarsono mengatakan sangat miris dan prihatin melihat hal tersebut.

’’Jika melihat laporan dari masyrakat ini sangat mirisdan memprihatinkan.karena sejatinya dana desa tujuannya adalah untuk mensejahterakan masyarakat. ADD dapat di manfaatkan untuk kegiatan ekonomi kerakyatn juga untuk pembangunan insfrastruktur lainnya”,Ujar Sumarsono

Menurut Sumarsono jika pekerjaan yang ada di lakukan oleh masyarakat sekitar maka mutunya kan lebih bagus, juga lebih hemat serta akan adanya penambahan volumenya. Tetapi dirinya tidak melihat adanya hal tersebut yang ada hanya menghabiskan uang ADK dan mengambil keuntungan pribadi.

’’ Kalau yang mengerjakan masyarakat Kampung itu sendiri,otomatis karena punyanya sendiri,yang mengerjakan mereka,uang mereka,itu pasti mutunya kan lebih bagus di samping juga lebih hemat ,sudah dapat di pastikan untuk volumenya akan ada penambahannilai dari pekerjaan tersebut.Kalau semula di anggarkan 900 meter dan di kerjakan oleh warga sekitar pasti upahnya lebih murah dan juga menghidupkan gotong royong. Tetapi ini sepertinya tidak nampak dan Saya melihat ini hanya sebagai proyek dan menghabiskan uang ADK dan mencari keuntungan pribadi’’ Terangnya.

Untuk itu ketua DPRD Lampung Tengah sementara ini akan melakukan pengecekan di lapangan dan siapa saja yang terlibat akan di rekomendasikan untuk di proses secara hukum.

’’Saya minta ini di dalami dan mudah mudahan dalam waktu dekat ini Saya bisa turun melakukan sidak disana untuk melihat secara nyata dan siapa saja yang terlibat di dalamnya akan kita panggi semua.Dan jika memang cukup bukti akan kita rekomendasikan di tindak secara hukum’’pungkas Sumarsono(iswan)