Pernah Di Ukur Dari Dinas, Ahmad Sofyan : Bukan Satu Tapi Empat Kali

0
217

Lampungtengah–Untuk memperjuangkan Jembatan Way Kapuan di Kampung Negara Bumi Udik, Kecamatan Anak Tuha, Kabupaten Lampung Tengah, Sudah berkali-kali pihak Kampung mengajukan pada camat maupun Pemerintah Daerah setempat namun masih nihil.

Masuk tahun ketiga usulan pembangunan jembatan Way Kapuan belum juga bisa terealisasi. Bahkan di setiap Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrengbang) tingkatkan Kampung selalu di usulkan.

Hal tersebut diungkapkan Ahmad Sofyan Sekretaris Kampung Negara Bumi Udik saat di konfirmasi melalui Handphone, Senin (25/11/19).

“Sudah tiga (3) kali kami pihak kampung mengajukan pembangunan jembatan Way Kapuan ini. Tapi belum juga di bangun, ngukurnya saja sudah empat kali dari pihak dinas, “kata Sofyan.

Sebelumnya hari rabu (20/11) saat menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kampung, Mewakili warga Negara Bumi Udik aparatur kampung setempat telah menyampaikan kembali kepada Camat Anak Tuha agar Jembatan Way Kapuan diusulkan untuk dapat bangun.

“Kemaren tanggal 20 November saat Musrenbang kami sampaikan lagi pada pak Camat. Kami khawatir saja nanti memakan korban, Karena tidak ada jalan lain untuk ke Kecamatn Ratu Aji dari Anak Tuha kalau tidak melewati jembatan Way Kapuan ini, “pungkasnya.

Terpisah, Kurniawan salah satu petani dari Kampung Bumi Aji mengatakan, Jembatan Way Kapuan merupakan salah satu urat nadi penghubung Kecamatan Anak Tuha dan Anak Tuha. Selain itu, untuk mengeluarkan hasil bumi seperti singkong atau yang lain kendaraan harus melewati jembatan tersebut.

“Mau lewat mana lagi mas, Kalau harus memutar arah melewati Anak Ratu Aji otomatis harus menambah upah angkut. Kalau harga komiditi pertanian seperti singkong mahal, masih masuk akal mas. Kalau harga saat ini, kasian petani nya mas,”tegas Kurniawan.

Kurniawan berharap Pemkab harus lebih rensponsif melihat keadaan masyarakat di bawah,” Pemkab harus lebih peka, Jangan sampai jembatan itu ambruk saat ada kendaraan yang sedang melintas. Ini sudah dua tahun, masak tidak terkaper dengan anggaran yang ada, “tuntas kurniawan. (red)