Salam Rindu Para Pendukung Mustafa – Aja Membuat Semangat Baru ————-

0
594

Salam Rindu Para Pendukung Mustafa – Aja Membuat Semangat Baru
————-

*Untuk: Kakak Mustafa di Pondok KPK*

Kak.. Mendengar kabar kakak terjaring rangkaian Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentu kami merasa sangat sedih dan terpukul. Mau bagaimanapun, kakak adalah satu dari sekian kandidat yang kami dukung, tentu setelah melalui tahapan kualifikasi. Tapi, ketika kami mengamati kasus ini lebih lanjut, kami merasa sedikit lega. Karena setidaknya kakak diciduk KPK bukan karena Mark Up uang Rakyat atau Korupsi, tapi karena Gratifikasi. Gratifikasi ini lucu kak, semacam budaya dan bahkan sulit dihilangkan dan telah menjadi Preseden.

Gratifikasi itu istilah yang terlalu keren kak. Dikampung kami, orang tua yang ingin anaknya masuk Sekolah Favorit dan anaknya masuk Universitas Negeri Bonafit sebutnya bukan Gratifikasi, tapi ‘Uang Bangku’. Orang tua yang anaknya ingin masuk TNI/POLRI sebutnya bukan Gratifikasi, tapi ‘Uang Jaminan’. Orang tua yang anaknya ingin diterima PNS, sebutnya bukan Gratifikasi, tapi ‘Uang Pangkal’.

Teman-teman kami yang ingin bekerja dan menjadi pegawai perusahaan sebutnya bukan gratifikasi, Tapi ‘uang masuk’. Orang-orang yang ingin urusan administrasinya dipercepat sebutnya bukan gratifikasi, tapi ‘uang rokok’. Begitulah akrabnya Gratifikasi ‘bukan versi KPK’ dimasyarakat yang kami tahu. Sangat dekat, sedekat nadi.. Tapi, mereka hanyalah masyarakat biasa, bukan wakil rakyat atau pejabat negara. Sehingga mereka bisa leluasa melakukan Gratifikasi tanpa takut dibidik KPK. Tapi tetap saja, itu GRATIFIKASI juga. Begitu juga dengan yang kakak lakukan.

Memberikan Gratifikasi untuk jaminan agar bisa melakukan pembangunan infrastruktur di Lampung Tengah yang ditujukan untuk Kepentingan rakyat. KPK juga tetap sebut itu GRATIFIKASI. Untuk itu, kami sangat sedih dengan opini miring dimasyarakat pasca pemberitaan ini meledak. Kakak tiba-tiba saja disamakan dengan Setya Novanto tersangka korupsi E-KTP. Disamakan dengan sederet tokoh Korupsi wisma Hambalang dan tokoh-tokoh Politik lain yang tersandung kasus Korupsi megaproyek lainnya. Padahal ini situasi yang betul-betul berbeda. Gratifikasi dan Korupsi adalah hal yang berbeda, karena tidak ada uang rakyat yang kakak makan dalam kasus Gratifikasi. Kak..

Kami tentu akan terus memberikan dukungan secara moril agar kakak tabah dan kuat menjalani ujian ini. Ingat, bahwa Allah tidak akan menguji hambanya melebihi batas kemampuannya. Kak, kami cukup bangga dengan sikap kooperatif kakak menjalani upaya penegakkan hukum yang dilakukan oleh KPK. Mengingat tidak sedikit pejabat politik yang ketika tersandung kasus dengan KPK, berlakon sedemikian rupa hanya agar dapat terhindar jeruji besi. Tapi kakak, gagah! Mengahadapi semua dengan Ksatria. Itulah Kakak Mustafa yang kami kenal, Si Kuda Hitam yang tak pernah memilih menjadi pecundang. Kak.. Jika pernah selamat menghadapi hujan badai.. lantas, mengapa harus menggigil hanya karena gerimis.. Hidup adalah tentang perjuangan, dimanapun dan Kapanpun.

Salam Rindu, -KAWAN KECE-

Penggalan demi penggalan kata kata yang termuat dari surat yang masuk kemeja redaksi Inspirasi Post.com membuktikan bahwa ternyata militansi pendukung Mustafa – Aja mengalami peningkatan drastis , karena para simpatisan dan pendukung setia Mustafa – Aja meyakini kasus tersebut sangat kental dengan nuansa politisnya. (dikutip dari inspirasi post.com)